Inilah 4 Kesalahan Umum yang Harus Anda Hindari sebagai Pengusaha

Melex.ID - Kemajuan teknologi yang pesat membuat manusia dapat lebih mudah mencari berbagai informasi yang mereka butuhkan, termasuk berbagai informasi bisnis. Oleh karenanya anda mungkin telah banyak membaca kisah bisnis inspiratif dari pengusaha-pengusaha sukses dibelahan bumi manapun. 


Dari kisah tersebut, tidak jarang mereka (pengusaha sukses) menceritakan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi saat berbisnis, atau mereka juga menceritakan kesalahan-kesalahan apa saja yang mereka lakukan dulu.

Akan jauh lebih baik jika kita dapat belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, daripada harus belajar dari kesalahan yang kita buat sendiri. Seperti kata pepatah, “Orang bijak belajar dari pengalaman orang lain dan orang bodoh belajar dengan membuat kesalahan sendiri.” Artinya, lebih baik kita belajar dari kesalahan orang lain daripada kita belajar dengan mengulangi kesalahan tersebut. Inilah empat kesalahan umum (yang dilakukan oleh banyak pengusaha) yang harus kita hindari:

1. Mengabaikan nasihat yang bijaksana. 

Banyak para pengusaha yang melakukan kesalahan bukan karena tidak ada yang menasihati mereka untuk menghindari kesalahan tersebut. Banyak dari mereka yang keras kepala dan mengabaikan nasihat yang diberikan kepadanya. Percayalah, sehebat apapun anda, anda tetap perlu memiliki seorang penasihat yang dapat menilai sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan lebih obyektif dari anda.

2. Memilih mitra yang salah.

Seperti yang banyak dibicarakan sebelumnya, kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Sehebat apapun anda, anda tetap membutuhkan mitra atau rekan bisnis yang dapat mendukung perkembangan bisnis anda. Mitra bukanlah hanya investor saja atau penasihat bisnis saja, namun juga karyawan anda. Anda tidak dapat mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Namun, anda juga harus pandai memilih mitra atau rekan bisnis yang tepat. Calon mitra bisnis anda mungkin adalah orang yang baik, namun belum tentu mereka adalah orang yang tepat untuk mendukung anda dalam bisnis. Oleh karenanya, carilah mitra bisnis yang tepat dan baik untuk anda dan bisnis anda.

3. Terlalu mudah puas. 

Tingkat kepuasan seseorang memang berbeda-beda. Menjadi orang yang selalu tidak puas akan hasil yang dicapai tentu bukanlah hal yang baik. Namun, menjadi pribadi yang terlalu mudah atau cepat puas juga tidaklah tepat. Jika anda selalu tidak puas dengan hasil yang anda capai, anda akan terlihat seperti orang yang tamak dan tidak pandai bersyukur, dan mungkin saja anda dapat terjerumus untuk melakukan segala hal demi mencapai tingkat yang lebih baik lagi. Sebaliknya, jika anda terlalu cepat puas, anda mungkin hanya akan bertahan disana, di zona nyaman anda tanpa melakukan hal lain yang dapat mengembangkan bisnis anda. Jika hal ini terjadi, bisnis anda akan jalan ditempat, kemudian akan tertinggal jauh oleh pesaing bisnis anda yang lainnya. Ambillah jalan tengah, anda harus selalu berusaha untuk memajukan bisnis anda, jadilah orang yang inovatif dan kreatif. Dan tentu saja diikuti dengan rasa syukur atas apa yang anda capai.

4. Berhutang tanpa perhitungan yang jelas. 

Banyak orang yang memiliki prinsip bahwa mereka harus berhutang untuk menjalankan bisnis. Tentu saja mudah untuk meminjam uang, semudah membelanjakan uang tersebut. Namun, perlu diingat bahwa mengembalikan uang tersebut tidaklah mudah, anda harus memperoleh keuntungan terlebih dahulu jika anda ingin membayar hutang. Ada beberapa orang yang berpikir bahwa tekanan membayar hutang itulah yang membuat mereka lebih giat dalam berbisnis. Semuanya tentu saja kembali pada individu masing-masing. Yang perlu diingat adalah, jika anda terpaksa harus berhutang, perhitungkan terlebih dahulu bagaimana anda akan membayarnya. Anda juga harus mempergunakan uang yang anda pinjam dengan bijak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2