Mengenal 3 Jenis Instrumen Investasi yang Paling Umum

Ketika berbicara soal investasi, saham barangkali jadi jenis instrumen investasi yang paling familiar di masyarakat.


Akan tetapi, tahukah Anda kalau ada beberapa pilihan instrumen investasi yang ada? Simak ulasannya berikut ini!

1. Deposito


Deposito merupakan salah satu jenis instrumen investasi yang paling umum dipilih orang dan ditawarkan oleh nyaris semua bank. 

Pada dasarnya, Anda sebagai investor menyetor sejumlah uang kepada pihak bank untuk jangka waktu tertentu, antara 3 bulan sampai 10 tahun. 

Selama tenor tersebut, Anda akan mendapatkan penghasilan bunga dari deposito berjangka dan tingkat kembaliannya tetap sehingga risiko investasi ini kecil.

2. Saham


Secara garis besar, membeli (berinvestasi) saham berarti Anda mendapatkan sekian persen kepemilikan perusahaan yang sahamnya Anda beli tersebut. 

Artinya, makin besar saham yang Anda beli, makin besar pula pengaruh Anda di dalam perusahaan itu. 

Anda juga mendapat lebih banyak dividen dan capital gain dari persentase kepemilikan saham Anda.

3. Reksadana


Instrumen investasi ini paling cocok untuk Anda yang tidak ingin repot-repot menganalisis kondisi pasar modal untuk mencari tahu apa saham yang menguntungkan. 

Reksadana mirip seperti saham, namun terdapat manajer investasi yang jadi perantara dan mengelola dana yang Anda setorkan untuk membeli reksadana perusahaan pilihan. 

Reksadana bisa berupa reksadana saham maupun reksadana pendapatan tetap. Nantinya, penghasilan dari reksadana akan dikenai bayaran untuk manajer investasi dan perusahaan reksadana.

Demikian tadi apa saja instrumen Investasi yang wajib kalian ketahui, semoga bisa bermanfaat untuk pengetahuan umum kalian para investasi pemula.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2